Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Dibalik Cerita Sukses Nurhayati Jadi TKI Yang Kini Jadi Dosen


Pemerintah Arab Saudi memberikan penghargaan kepada Nuryati Solapari, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang saat ini bekerja sebagai dosen dan mengajar bidang hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang
Motivator calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nurhayati Solapatri termasuk orang yang cerdik. Wanita yang kini menjadi dosen Sultan Ageng Tirtayasa ini memberikan tips kepada para 100 calon TKI yang akan berangkat ke Taiwan dan Hongkong di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2011).
Nurhayati menceritakan ketika dirinya menjadi seorang TKI ke negeri Arab diawali keputusasaan sulitnya mendapatkan uang untuk biaya kuliah, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Banten dengan tujuan untuk bisa berkuliah.
"Saya waktu itu ingin kuliah dan kemudian saya berfikir menjadi TKI," kata ibu tiga anak ini.
Pengalamannya tidak terlalu manis, PJTKI yang merekrut dirinya tidak memberikan pelatihan apa pun, sehingga Nurhayati harus belajar secara otodidak. "Saya waktu itu diberi sertifikat keahlian, tetapi sebenarnya saya tidak diberikan pelatihan," ucapnya.
Sadar bahwa budaya di Arab Saudi pasti berbeda dengan budaya di Indonesia, ia pun akhirnya banyak menggali informasi tentang budaya dari TKI-TKI yang pernah bekerja di Arab Saudi. "Saya selalu mencatat apa-apa yang penting dalam buku kecil. Jadi setiap ada sesuatu, saya selalu buka buku ajaib tersebut," ungkapnya.
Saat berangkat ke Arab Saudi tahun 1998, sebelum naik pesawat ia membeli sebuah jarum dan benang, sehingga saat di dalam pesawat ia menulis nomor-nomor penting yang ia bisa hubungi ketika dirinya nanti bermasalah di negeri orang.
"Saya tulis dengan benang dan jarum tersebut nomor-nomor penting, sehingga kerudung saya isinya nomor telepon semua. Tetapi yang ditulis bukan nomor, tapi kode-kode supaya tidak dicurigai majikan nanti," kenangnya.
Ia pun menceritakan sebuah contoh perbedaan budaya antara Arab Saudi dengan Indonesia. ketika ia akan memandikan anak majikannya, tiba-tiba majikannya marah memarahi dirinya. "Kamu gila," kata Nurhayati mencontohkan majikannya. tetapi dari kesalahan tersebut ia baru tahu, kalau di orang Arab ternya mandinya tidak setiap hari. "Waktu itu majikan saya meminta saya memandikan anaknya dua kali seminggu, senin dan kamis," ucapnya.
Selain itu, ia menceritakan kepada para calon TKI kalau di Arab wanita itu harus bersifat sinis kepada kaum pria. "Kalau wanita itu menjawab pertanyaan sambil senyum-senyum, itu akan diartikan wanita tersebut suka pada laki-laki yang menanyanya," cerita Nurhayati
Tujuannya yang jelas saat menjadi TKI, membuat Nurhayati selalu bekerja dengan target, bahkan ia pun sengaja membawa buku-buku pelajaran di SMA-nya ke Arab Saudi. Sehingga ia bisa bekerja diperantauan sambil belajar kembali ilmu-ilmu yang pernah diajarkan di bangku sekolah.
Sehingga saat ia kembali ke Indonesia dengan berbekal modal uang jerih payahnya menjadi TKI selama dua tahun. Ia pun mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. "Kemudian saya masuk universitas negeri, dan bisa lulus 3,5 tahun dari jurusan hukum," ucapnya.
Ia memberikan pun memberikan cara bagaimana supaya uang gaji menjadi TKI tidak habis. Menurutnya uang yang gaji dari majikannya harus selalu diambil tiap bulan, jangan dinanti-nantikan karena hal tersebut yang mengakibatkan majikan tidak membayar gaji TKI. Kemudian uang yang diterimanya ia kirim ke kampung dan dibelikan sawah sebagai lahan investasi.
Tidak berhenti sampai sana perjuangannya, ia saat kuliah pun membuka katering dan tetap bekerja di sebuah restoran untuk membiayai kuliahnya. Sehingga usaha kerasnya tersebut sekarang membuahkan hasil, dengan gelar S2 yang disandangnya, ia pun menjadi dosen di universitas tempat dirinya menimba ilmu yang memberinya gelar sarjana.
Dari cerita Nurhayati, mungkin kita bisa belajar sebuah arti kehidupan. Seorang TKI bisa menjadi orang yang sukses dan mewujudkan impian kita. "Pokoknya kalau jadi TKI jangan pernah berniat untuk jadi Tki yang kedua kali, cukup satu kali. Sehingga saat menjadi TKI kita harus mempunyai tujuan," ucapnya. sumbar
>>Baca Selengkapnya..,

Film-film perjuangan indonesia jadul yang wajib di tonton


Film sejarah, atau film perjuangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini kian terlupakan, betapa tidak stasiun TV yang kita harapkan menayangkannyapun kini semakin menciut dan bahkan sudah tidak ada lagi yang mau menayangkannya. Menjelang peringatan 17 Agustus kelahiran Indonesia ini, kalau dahulu film-film perjuangan masih di putar di TV swasta kita yang dapat memberikan pengetahuan bagi generasi penerus, gambaran suatu perjuangan masa lalu, kini makin sulit di temui. Peringatan 17 Agustus kini lebih di dominasi dengan acara musik walau itu tujuannya adalah dalam rangka peringatan 17 Agustus.
kali ini penulis akan menyajikan beberapa film yang dapat membangkitkan semangat perjuangan Indonesia. Tentu dengan kerangka kulit film jadul. Yuk kita intip bersama.
Janur Kuning
Janur Kuning. Film produksi tahun 1979 in layak untuk ditonton. Dulu film ini sering di putar di TVRi. Janur Kuning, merupakan film yang menceritakan tentang Kisah peperangan di Yogya yang juga di kenal dengan nama Serangan Umum 1 Maret, dimana terlibat banyak tokoh seperti Soeharto, Jenderal Sudirman dan tokoh-tokoh heroik lainnya seperti Komarudin yang di perankan oleh Amak Baldjun.. Film ini mengetengahkan perjuangan fisik di sekitar penyerbuan  lapangan udara Maguwo oleh Belanda, dan perebutan kota Yogya yang di pimpin oleh Letkol Soeharto. Soeharto menjadi tokoh sentral di film ini meski tidak secara utuh.
Bandung Lautan Api
Film tahun 1974. Bandung Lautan Api merupakan salah satu film Perjuangan yang dimiliki oleh insan perfilman Indonesia. Film ini di bintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Christine Hakim. Kisah berlatar belakang peristiwa 24 Maret 1946 di Bandung yang membuat kota ini seperti lautan Api. Adegan peperangan antara Indonesia – Belanda, juga di bumbui dengan konfilk Nani (Christine Hakim) gadis palang Merah yang menaruh hati pada temannya, namun  Nani sendiri di taksir oleh komandan Kompi Hidayat (Dicky Zulkarnaen). Sebuah film perang dengan dibumbui cinta dua anak manusia.
Mereka Kembali
Mereka Kembali, Tragedi Siliwangi, merupakan film tahun 1972 yang dibintangi oleh Sandy Suwardi Hassa, Rahayu Effendi dan Rina Hashim. Film karya sutradara Nawi Ismail ini mengisahkan tentang perjalanan panjang atau Long March divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, Jawa barat saat gagalnya perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi untuk kembali, perjalanan panjang atau long march ini penuh dengan derita dan hambatan dari belanda maupun menghadapi gerombolan Daarul Islam yang saat itu sedang berkembang.
Pahlawan Goa Selarong
Pahlawan Goa selarong di produksi pada tahun yang sama denga mereka Kembali, yakni tahun 1972 karya sutradara Lilik Sudjio. Kisah berawal dari kecemasan Pangeran Di ponegoro karena tindakan patih danurejo yang mengakibatkan sengsara rakyat karena pajak di naikkan.  Diponegoro akhirnya keluar dari keraton untuk bergabung dengan pejuang Sentot Alibasya. Film ini menurut penulis cukup membingungkan dan membosankan.
Surabaya 45
Surabaya 45 merupakan film perlawanan heroik pejuang-pejuang Surabaya ketika Belanda mengibarkan bendera Mereka di hotel Yamato namun pemuda-pemuda Surabaya dapat merobek dan menurunkan bendera Belanda dan digantikan dengan Bendera Merah Putih
November 1828
November 1828 merupakan salah satu film karya sutradara besar Teguh Karya. Film produksi 1978 ini berlatar kisah peperangan Diponegoro. Ditengah suasana perang Diponegoro Kapiten De Borst (Slamet Rahardjo), seorang indo sangat ingi membuktikan diri sebagai Belanda yang murni. Untuk membuktikannya ia harus berhasil menangkap Sentot Prawirodirdjo otak peperangan Diponegoro. Segala cara ia lakukan termasuk menyandera anak dan istrinya.
RA KARTINI
RA Kartini sebuah film perjuangan RA kartini untuk memuwujudkan cita-citanya, RA Kartini sebagai seorang pejuang wanita yang berani mendobrak adat dan budaya tentang wanita itu sendiri. Film ini cukup panjang. RA Kartini di bintangi oleh artis Jenny Rachman .
cut nyak dhien
Cut Nyak Dhien dengan bintang utama Christine Hakim adalah merupakan tokoh pejuang wanita asal Aceh. Perjuangan Cut Nyak Dhien menghadapi Belanda yang ia himpun akhirnya harus patah setelah di khianati oleh kawannya sendiri.
Pasukan berani Mati
Barry Prima, tidak hanya sekedar bermain film laga, namun ia juga bermain di sebuah film perjuangan. Film produksi 1982 ini merupakan Sebuah romantika perang revolusi kemerdekaan. Ada penduduk gagah berani, ada maling yang jadi nekat, ada dendam, ada tentara kecut tapi lalu nekat, ada pengkhianat, ada pedagang yang hanya mementingkan diri. Sebuah gambaran klise. Batalyon pimpinan Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen) yang menyatu dengan rakyat bergerilya hingga merepotkan Belanda. Dengan berbagai upaya termasuk kelicikan, Belanda akhirnya bisa tahu tempat persembunyian batalyon itu. Maka porak-porandalah batalyon itu diserbu. Kapten Bondan meninggal. Enam sisa pasukannya dan seorang penduduk yang selalu mendukung perjuangan tentara secara spontan membentuk pasukan berani mati. Mereka menyerbu markas Belanda dan ganti memorak-morandakan markas itu dengan imbalan kematian nekat mereka.
Perawan DI Sektor Selatan
Karena sakit hati akan perlakuan gerilyawan republik hingga ibunya meninggal, Laura memihak Belanda dan diselundupkan sebagai mata-mata ke pasukan Kapten Wira (Kusno Sudjarwadi) di Sektor Selatan, suatu daerah pedalaman terpencil. Laskar rakyat ini selalu merepotkan Belanda. Laura menyamar sebagai Fatimah dan mengaku kakak anggota Laskar yang ditawan Belanda. Ia berhasil membuat diperebutkan beberapa anggota Laskar, sementara antara Wira dan Kobar (Lahardo), juga terjadi pertentangan karena sikap Kobar yang main babat, senang perempuan dan berjudi.
Konflik ini memuncak dengan pengepungan Kobar atas markas Wira. Melihat situasi ini, lewat penghubungnya Laura mengundang pesawat Belanda menyerbu dan membebaskan ahli perang urat syaraf yang ditawan Wira. Merasa diketahui penyamarannya, Laura lari dan akhirnya tewas di pelukan Rengga (Dicky Zulkarnaen), anggota Laskar yang dicintainya. Laura yang jadi titik sentral cerita, paling lengkap informasinya, yang disampaikan dengan cara sorot balik pada adegan-adegan penting.
kereta api terakhir
Sebuah kisah dengan latar belakang gagalnya Perjanjian Linggarjati, yang tentu didekati dengan sikap romantik, baik terhadap kepahlawanan, maupun kisah cinta di baliknya. Markas Besar tentara di Yogya memutuskan untuk menarik semua kereta api yang ada ke Yogya. Alat angkut ini penting untuk transportasi. Untuk itu ditugaskan Letnan Sudadi (Rizawan Gayo), Letnan Firman (Pupung Harris), dan Sersan Tobing (Bangun Sugito) untuk mengawal semua kereta yang akan diberangkatkan dari stasiun Purwokerto, dengan kerja sama Kol. Gatot Subroto (Soendjoto Adibroto). Sudadi mengawal kereta yang pertama, Firman dan Tobing mengawal kereta terakhir. Perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan ini yang jadi pokok cerita: pengungsi yang memadati kereta, serangan-serangan Belanda, dll. Diutarakan juga kepahlawanan para pegawai kereta api, terutama kondektur Bronto (Deddy Sutomo). Dan diselipkan kisah cinta antara Firman dan dua Retno yang ternyata merupakan gadis kembar.
Pengkhianatan G 30 S PKI
Pengkhianatan G 30 S/PKI disutradarai oleh Arifin C Noor.
Film ini paling laku di Indonesia karena paling sering di putar di TVRI masa Orde baru. Namun sayang karena dianggap melenceng dari sejarah film ini di hentikan pemutarannya sekarang.
.operasi trisula
Sebuah usaha mengisahkan kembali penumpasan anggota gerakan G-30-S PKI yang melarikan diri dari Jakarta dan berbagai daerah. Mereka ini kemudian bertahan dan menyusun gerakan dari wilayah tandus, berbukit, dan bergua-gua di Blitar Selatan. Mereka dilukiskan merampok, melakukan sabotase dan meresahkan penduduk. Sebuah operasi militer dengan sebutan Operasi Trisula dibentuk untuk membasmi mereka. Pelukisan dalam film terlampau sederhana dan hitam-putih, hingga lebih terasa sebagai propaganda dibanding maksudnya sebagai sebuah dokudrama
Nah film apa yang pembaca akan tonton saat-saat ini. Untuk tidak melupakan sejarah, yuk pilih salah satu untuk ditonton.
>>Baca Selengkapnya..,

Akibat menerima Telpon Saat HP Di-charge


1. "Jangan charge HP anda semalaman dan JANGAN ditaruh dekat anda ketika mencharge."
2. "Jangan pernah menjawab panggilan masuk ke HP saat sedang di charge!!"

Beberapa hari yang lalu, seorang laki2 sedang mencharge HP di rumahnya. Disaat yang bersamaan, ada telepon masuk dan dia menjawabnya saat HP tersebut masih tersambung ke kontak listrik.
Setelah beberapa detik, arus listrik masuk ke HP tanpa kendali dan pria muda tersebut terlempar ke lantai dengan kerasnya.
Orangtuanya bergegas datang ke kamarnya dan menemukan dirinya pingsan, dengan detak jantung yang lemah dan jari terbakar.
Dia dilarikan kerumah sakit terdekat, tapi "jiwanya sudah tak tertolong lagi" ketika sampai dirumah sakit. 




>>Baca Selengkapnya..,