Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Siang Mengemis, Malam Tidur di Hotel

Sejumlah warga Kota Juang Bireuen, Aceh, mengaku terheran-heran dengan perilaku pria berinisial Abd (50), warga Desa Blang Paseh, Sigli, Pidie. Pasalnya, pria tersebut mencari nafkah dengan mengemis di Bireuen. Tapi, pada malam hari ia bersama istrinya, Njh (41), justru menginap di hotel.



Pengemis bertubuh tambun dan berjenggot pirang, dengan rambut yang sudah ubanan itu, kini dilaporkan mulai meresahkan masyarakat Bireuen. Hasil penelusuran Serambi Indonesia, hingga Sabtu lalu, si pengemis sudah dua pekan menginap di hotel tersebut. "Kami heran ada pengemis tidur di hotel. Kalau siang mengemis di desa kami, padahal ia tampak sehat dan segar bugar," ujar Yahya, seorang warga.

"Setiap pagi kami temukan bapak berjengot itu pakai baju koko, kain sarung, dan peci haji bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung dekat hotel tempat ia menginap," imbuh warga Geulanggang Baroe, Kota Juang, Bireuen.

Mustafa dan Amirul Mukminin dari Desa Geulanggang Baroe juga sependapat dengan Yahya. Mereka berharap Pemkab Bireuen melalui dinas terkait menertibkan pengemis yang makin banyak berkeliaran di kabupaten itu. Salah satunya pengemis yang menginap di hotel tersebut. "Aneh tapi nyata, ada pengemis yang hidup mewah dengan menginap di hotel dan makan mewah pula," pungkas Amirul.

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

Seorang petugas Hotel Purnamaraya yang konfirmasi Serambi Indonesia, membenarkan Abd bersama istrinya sudah 14 hari menginap di kamar bernomor 118. Anehnya, kata seorang petugas hotel, setiap Abd keluar hotel, pintu kamarnya digembok dari luar, sementara istrinya ditinggal di kamar hotel.

"Dia biasanya pergi pagi, terkadang pulangnya siang membawa sebungkus nasi untuk istrinya dan terkadang juga pulang sore. Dia membayar sewa kamar Rp 75.000 per hari. Sikapnya juga aneh dan egois serta sering ribut dengan petugas hotel. Kadang-kadang ia hanya mau membayar sewa kamar kepada saya," kata seorang resepsionis hotel yang tidak mau namanya ditulis.

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

Abd terlihat bersama istrinya sarapan pagi di sebuah warung sebelah barat hotel tersebut. Ia membayar dengan uang pecahan ribuan yang sudah tergulung rapi. Dia mengambil dari saku kanan bajunya, yang diduga dari hasil mengemis. Namun, pria asal Sigli itu berbicara menggunakan bahasa campuran Aceh-Indonesia, baik dengan istri maupun warga.


Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Bireuen, Bustami Hamid, mengatakan pihaknya akan menertibkan para pengemis yang berkeliaran di daerah itu yang jumlahnya ratusan orang. "Para pengemis tersebut 50 persen berasal dari luar Kabupaten Bireuen. Kami akan minta polisi, TNI, dan Satpol PP atau aparat gabungan untuk menertibkan mereka," pungkasnya. (c38)




sumber: http://regional.kompas.com/read/2011/02/21/04561392/Siang.Mengemis.14.Malam.Tidur.di.Hotel
>>Baca Selengkapnya..,

Kumpuan Nama Facebook yang Alay!

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]
baca : Kintani Putri Bagaskari Yang Selalu Butuh Yogi. *cuma ada 1 hal yang ada di benak gw saat baca nick ini : pasti si kintani anak raja, dan yogi itu pembantunya. Makanya dia selalu butuh yogi buat memenuhi keinginan dia

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Sri Yang Selalu Sayang Cinta Aa' Forever *kayaknya orang ini istri ketiga Aa Gym, ato Aa' yang lain? gak tau juga deh. Cuma Sri dan KUA setempat yang tau

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Wiwi Sayang Feri dan Selamanya Milik Feri. *ini yang gw heran. Sebenernya si wiwi ini siapanya feri? Pacarnya ato tanahnya? Kayak yang sering gw liat2 di kebon kosong : "Tanah Ini Milik H. Udin' gak beda jauh ama : Wiwi Milik Feri

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Yugo Bocah Spenkes Sikerbat Sevenfold *gw gak tau ni maksudnya apa. Yang pasi dia fansnya Avenged Sevenfold (katanya)

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Kartika Cewek Egoisan Kagak Mau Disakitin (Kartika Si Cewek Egois) *pasti orang ini sering tawuran, makanya sering disakitin. saran gw cuma 1 : Kalo gak mau sakit, belajar ilmu kebal aja di banten. Dijamin, ampe dibacok pun gak akan ngerasa sakit

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Eca Si Cewek Narsis Yang Ngangenin (Scream of Brutal Ex-Friend Fuckin Love Laskar Bodo Amat) *jujur, orang ini emang ngangenin. Baru liat namanya aja gw udah kangen pengen ke kamar mandi

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Jakarifah Ramdani Harus Semangat Dengan Jiwa Pancasila *gw baru tau ada alay yang berjiwa nasionalis dan berjiwa Pancasila. Tapi sayang, semangat nasionalismenya gak diterapin di nick fbnya yang gak menggunakaan EYD. Tapi alay ini patut diberi gelar : Alay Nasionalis of The Year 2011

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Bela Fire Agustia Si Demot (De' Bela) *pasti cita2 orang ini jadi [-pemadam kebakaran. Makanya namanya ada unsur "fire"nya

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Aji Anak Paling Cool Forever *ketauan lahirnya di kulkas, tinggalnya dikulkas, kencing beol juga di kulkas. Makanya cool forever

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Ni'mah Si Cenil Cunal Cenil *baca : gw cuma bisa bilang : hanya Tuhan dan para alay yang tau maksudnya apa


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Cewek Imut Manja Forever *katanya cewek manja, tapi pp nya di motor. Nick yang tepat buat org ini : Ngojegg Duyuuu Aaaaaccchh


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Tomi Love Street Punk. *rambut mohawk, pose jari tengah, pas denger lagu ayu ting ting ama kangen band paling langsung heboh, ngakunya gak suka. Padahal tiap hari nongkrongin tipi cuma biar bisa liat andhika kangen


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Eka Kan Selalu Respect Ama Bondan *kalo bondan temennya eka, pasti dia bikin id di fb : Chaiianknyah Bondan Gugh Rezpect Ma Ekkaa. Yang gw heran, kenapa alay2 selalu ngaku respector? gak ada yang bilang kalo mereka ST setia ato fans kangen band.


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Tyo Mencari Mangsa *gw cuma mau pesen ama ibu2 : kalo punya anak dibawah umur hati2 dengan orang ini. Dia lagi nyari mangsa. Ato yang boolnya masih belum mau lebar, hati2 juga. Orang ini bisa mengintai anda kapan saja

[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

baca : Dicky The Double Pedal Drummer Sullivan (Andrean) *pasti orang ini tukang becak, ato tukang odong2 yang sering mainin double pedal (pedal odong2 dan becak yg ada di deket bannya). Ini juga gw heran, kenapa para alay juga sering bertingkah seprti anak emo? Untung gw bukan anak emo, gw anak emak. Jadi gw bukan termasuk alay

alay di fb indentik dengan jumlah teman yang banyak, padahal sebagian besar gak mereka kenal ato cuma asal add aja. Dan anehnya, pas gw liat nama family mereka di facebook, semua nama familynya berbau alay juga (di thread pertama kan friendlist-nya). Mungkin para alay sudah berkoloni dan membentuk keluarga baru, keluarga alay sejahtera. Buat share, 3 alay aja yang gw kasih liat nama familynya. 


keluarga alay1: 


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]


[imagetag] www.up2det.com [imagetag]

Alay tidak menular lewat kontak fisik dan jabar tangan. So, jangan terlalu takut dengan alay. Selama iman kita kuat, kita gak akan tertular jadi alay. Tapi kalo iman belum kuat, lebih baik menjauh dari alay.

Ingat, 
ke-alay-an terjadi bukan hanya ada niat pelakunya, tapi juga karna ada kesempatan 
>>Baca Selengkapnya..,

Cara Mendapatkan Uang dari Facebook

 

Jejaring Sosial Paling Pupuler Facebook memiliki potensi sangat besar untuk mendapatkan dollar. lantaran user mereka yang sangat dimanjakan dengan fasilitas pertemanan yang menggiurkan. yuk langsung saja cara mendapatkan uang dari facebook dengan mudah terbaru minggu ini. ikuti langkah berikut ini:

1. Sign Out dari facebook anda.
2. Tutup Browsernya
3. Kembali Bekerja, dan Dapatkan Uang......

Enak kan? Jangan Facebookan Mulu... Let's Work....


source
>>Baca Selengkapnya..,

Dibalik Cerita Sukses Nurhayati Jadi TKI Yang Kini Jadi Dosen


Pemerintah Arab Saudi memberikan penghargaan kepada Nuryati Solapari, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW), yang saat ini bekerja sebagai dosen dan mengajar bidang hukum di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Serang
Motivator calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Nurhayati Solapatri termasuk orang yang cerdik. Wanita yang kini menjadi dosen Sultan Ageng Tirtayasa ini memberikan tips kepada para 100 calon TKI yang akan berangkat ke Taiwan dan Hongkong di Pusat Pendidikan dan Latihan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Selatan, Sabtu (11/6/2011).
Nurhayati menceritakan ketika dirinya menjadi seorang TKI ke negeri Arab diawali keputusasaan sulitnya mendapatkan uang untuk biaya kuliah, ia memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Banten dengan tujuan untuk bisa berkuliah.
"Saya waktu itu ingin kuliah dan kemudian saya berfikir menjadi TKI," kata ibu tiga anak ini.
Pengalamannya tidak terlalu manis, PJTKI yang merekrut dirinya tidak memberikan pelatihan apa pun, sehingga Nurhayati harus belajar secara otodidak. "Saya waktu itu diberi sertifikat keahlian, tetapi sebenarnya saya tidak diberikan pelatihan," ucapnya.
Sadar bahwa budaya di Arab Saudi pasti berbeda dengan budaya di Indonesia, ia pun akhirnya banyak menggali informasi tentang budaya dari TKI-TKI yang pernah bekerja di Arab Saudi. "Saya selalu mencatat apa-apa yang penting dalam buku kecil. Jadi setiap ada sesuatu, saya selalu buka buku ajaib tersebut," ungkapnya.
Saat berangkat ke Arab Saudi tahun 1998, sebelum naik pesawat ia membeli sebuah jarum dan benang, sehingga saat di dalam pesawat ia menulis nomor-nomor penting yang ia bisa hubungi ketika dirinya nanti bermasalah di negeri orang.
"Saya tulis dengan benang dan jarum tersebut nomor-nomor penting, sehingga kerudung saya isinya nomor telepon semua. Tetapi yang ditulis bukan nomor, tapi kode-kode supaya tidak dicurigai majikan nanti," kenangnya.
Ia pun menceritakan sebuah contoh perbedaan budaya antara Arab Saudi dengan Indonesia. ketika ia akan memandikan anak majikannya, tiba-tiba majikannya marah memarahi dirinya. "Kamu gila," kata Nurhayati mencontohkan majikannya. tetapi dari kesalahan tersebut ia baru tahu, kalau di orang Arab ternya mandinya tidak setiap hari. "Waktu itu majikan saya meminta saya memandikan anaknya dua kali seminggu, senin dan kamis," ucapnya.
Selain itu, ia menceritakan kepada para calon TKI kalau di Arab wanita itu harus bersifat sinis kepada kaum pria. "Kalau wanita itu menjawab pertanyaan sambil senyum-senyum, itu akan diartikan wanita tersebut suka pada laki-laki yang menanyanya," cerita Nurhayati
Tujuannya yang jelas saat menjadi TKI, membuat Nurhayati selalu bekerja dengan target, bahkan ia pun sengaja membawa buku-buku pelajaran di SMA-nya ke Arab Saudi. Sehingga ia bisa bekerja diperantauan sambil belajar kembali ilmu-ilmu yang pernah diajarkan di bangku sekolah.
Sehingga saat ia kembali ke Indonesia dengan berbekal modal uang jerih payahnya menjadi TKI selama dua tahun. Ia pun mendaftarkan diri dan mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi negeri. "Kemudian saya masuk universitas negeri, dan bisa lulus 3,5 tahun dari jurusan hukum," ucapnya.
Ia memberikan pun memberikan cara bagaimana supaya uang gaji menjadi TKI tidak habis. Menurutnya uang yang gaji dari majikannya harus selalu diambil tiap bulan, jangan dinanti-nantikan karena hal tersebut yang mengakibatkan majikan tidak membayar gaji TKI. Kemudian uang yang diterimanya ia kirim ke kampung dan dibelikan sawah sebagai lahan investasi.
Tidak berhenti sampai sana perjuangannya, ia saat kuliah pun membuka katering dan tetap bekerja di sebuah restoran untuk membiayai kuliahnya. Sehingga usaha kerasnya tersebut sekarang membuahkan hasil, dengan gelar S2 yang disandangnya, ia pun menjadi dosen di universitas tempat dirinya menimba ilmu yang memberinya gelar sarjana.
Dari cerita Nurhayati, mungkin kita bisa belajar sebuah arti kehidupan. Seorang TKI bisa menjadi orang yang sukses dan mewujudkan impian kita. "Pokoknya kalau jadi TKI jangan pernah berniat untuk jadi Tki yang kedua kali, cukup satu kali. Sehingga saat menjadi TKI kita harus mempunyai tujuan," ucapnya. sumbar
>>Baca Selengkapnya..,

Film-film perjuangan indonesia jadul yang wajib di tonton


Film sejarah, atau film perjuangan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini kian terlupakan, betapa tidak stasiun TV yang kita harapkan menayangkannyapun kini semakin menciut dan bahkan sudah tidak ada lagi yang mau menayangkannya. Menjelang peringatan 17 Agustus kelahiran Indonesia ini, kalau dahulu film-film perjuangan masih di putar di TV swasta kita yang dapat memberikan pengetahuan bagi generasi penerus, gambaran suatu perjuangan masa lalu, kini makin sulit di temui. Peringatan 17 Agustus kini lebih di dominasi dengan acara musik walau itu tujuannya adalah dalam rangka peringatan 17 Agustus.
kali ini penulis akan menyajikan beberapa film yang dapat membangkitkan semangat perjuangan Indonesia. Tentu dengan kerangka kulit film jadul. Yuk kita intip bersama.
Janur Kuning
Janur Kuning. Film produksi tahun 1979 in layak untuk ditonton. Dulu film ini sering di putar di TVRi. Janur Kuning, merupakan film yang menceritakan tentang Kisah peperangan di Yogya yang juga di kenal dengan nama Serangan Umum 1 Maret, dimana terlibat banyak tokoh seperti Soeharto, Jenderal Sudirman dan tokoh-tokoh heroik lainnya seperti Komarudin yang di perankan oleh Amak Baldjun.. Film ini mengetengahkan perjuangan fisik di sekitar penyerbuan  lapangan udara Maguwo oleh Belanda, dan perebutan kota Yogya yang di pimpin oleh Letkol Soeharto. Soeharto menjadi tokoh sentral di film ini meski tidak secara utuh.
Bandung Lautan Api
Film tahun 1974. Bandung Lautan Api merupakan salah satu film Perjuangan yang dimiliki oleh insan perfilman Indonesia. Film ini di bintangi oleh Dicky Zulkarnaen dan Christine Hakim. Kisah berlatar belakang peristiwa 24 Maret 1946 di Bandung yang membuat kota ini seperti lautan Api. Adegan peperangan antara Indonesia – Belanda, juga di bumbui dengan konfilk Nani (Christine Hakim) gadis palang Merah yang menaruh hati pada temannya, namun  Nani sendiri di taksir oleh komandan Kompi Hidayat (Dicky Zulkarnaen). Sebuah film perang dengan dibumbui cinta dua anak manusia.
Mereka Kembali
Mereka Kembali, Tragedi Siliwangi, merupakan film tahun 1972 yang dibintangi oleh Sandy Suwardi Hassa, Rahayu Effendi dan Rina Hashim. Film karya sutradara Nawi Ismail ini mengisahkan tentang perjalanan panjang atau Long March divisi Siliwangi dari Yogya kembali ke Bandung, Jawa barat saat gagalnya perjanjian Renville 18 Desember 1948. Panglima Sudirman memerintahkan Divisi Siliwangi untuk kembali, perjalanan panjang atau long march ini penuh dengan derita dan hambatan dari belanda maupun menghadapi gerombolan Daarul Islam yang saat itu sedang berkembang.
Pahlawan Goa Selarong
Pahlawan Goa selarong di produksi pada tahun yang sama denga mereka Kembali, yakni tahun 1972 karya sutradara Lilik Sudjio. Kisah berawal dari kecemasan Pangeran Di ponegoro karena tindakan patih danurejo yang mengakibatkan sengsara rakyat karena pajak di naikkan.  Diponegoro akhirnya keluar dari keraton untuk bergabung dengan pejuang Sentot Alibasya. Film ini menurut penulis cukup membingungkan dan membosankan.
Surabaya 45
Surabaya 45 merupakan film perlawanan heroik pejuang-pejuang Surabaya ketika Belanda mengibarkan bendera Mereka di hotel Yamato namun pemuda-pemuda Surabaya dapat merobek dan menurunkan bendera Belanda dan digantikan dengan Bendera Merah Putih
November 1828
November 1828 merupakan salah satu film karya sutradara besar Teguh Karya. Film produksi 1978 ini berlatar kisah peperangan Diponegoro. Ditengah suasana perang Diponegoro Kapiten De Borst (Slamet Rahardjo), seorang indo sangat ingi membuktikan diri sebagai Belanda yang murni. Untuk membuktikannya ia harus berhasil menangkap Sentot Prawirodirdjo otak peperangan Diponegoro. Segala cara ia lakukan termasuk menyandera anak dan istrinya.
RA KARTINI
RA Kartini sebuah film perjuangan RA kartini untuk memuwujudkan cita-citanya, RA Kartini sebagai seorang pejuang wanita yang berani mendobrak adat dan budaya tentang wanita itu sendiri. Film ini cukup panjang. RA Kartini di bintangi oleh artis Jenny Rachman .
cut nyak dhien
Cut Nyak Dhien dengan bintang utama Christine Hakim adalah merupakan tokoh pejuang wanita asal Aceh. Perjuangan Cut Nyak Dhien menghadapi Belanda yang ia himpun akhirnya harus patah setelah di khianati oleh kawannya sendiri.
Pasukan berani Mati
Barry Prima, tidak hanya sekedar bermain film laga, namun ia juga bermain di sebuah film perjuangan. Film produksi 1982 ini merupakan Sebuah romantika perang revolusi kemerdekaan. Ada penduduk gagah berani, ada maling yang jadi nekat, ada dendam, ada tentara kecut tapi lalu nekat, ada pengkhianat, ada pedagang yang hanya mementingkan diri. Sebuah gambaran klise. Batalyon pimpinan Kapten Bondan (Dicky Zulkarnaen) yang menyatu dengan rakyat bergerilya hingga merepotkan Belanda. Dengan berbagai upaya termasuk kelicikan, Belanda akhirnya bisa tahu tempat persembunyian batalyon itu. Maka porak-porandalah batalyon itu diserbu. Kapten Bondan meninggal. Enam sisa pasukannya dan seorang penduduk yang selalu mendukung perjuangan tentara secara spontan membentuk pasukan berani mati. Mereka menyerbu markas Belanda dan ganti memorak-morandakan markas itu dengan imbalan kematian nekat mereka.
Perawan DI Sektor Selatan
Karena sakit hati akan perlakuan gerilyawan republik hingga ibunya meninggal, Laura memihak Belanda dan diselundupkan sebagai mata-mata ke pasukan Kapten Wira (Kusno Sudjarwadi) di Sektor Selatan, suatu daerah pedalaman terpencil. Laskar rakyat ini selalu merepotkan Belanda. Laura menyamar sebagai Fatimah dan mengaku kakak anggota Laskar yang ditawan Belanda. Ia berhasil membuat diperebutkan beberapa anggota Laskar, sementara antara Wira dan Kobar (Lahardo), juga terjadi pertentangan karena sikap Kobar yang main babat, senang perempuan dan berjudi.
Konflik ini memuncak dengan pengepungan Kobar atas markas Wira. Melihat situasi ini, lewat penghubungnya Laura mengundang pesawat Belanda menyerbu dan membebaskan ahli perang urat syaraf yang ditawan Wira. Merasa diketahui penyamarannya, Laura lari dan akhirnya tewas di pelukan Rengga (Dicky Zulkarnaen), anggota Laskar yang dicintainya. Laura yang jadi titik sentral cerita, paling lengkap informasinya, yang disampaikan dengan cara sorot balik pada adegan-adegan penting.
kereta api terakhir
Sebuah kisah dengan latar belakang gagalnya Perjanjian Linggarjati, yang tentu didekati dengan sikap romantik, baik terhadap kepahlawanan, maupun kisah cinta di baliknya. Markas Besar tentara di Yogya memutuskan untuk menarik semua kereta api yang ada ke Yogya. Alat angkut ini penting untuk transportasi. Untuk itu ditugaskan Letnan Sudadi (Rizawan Gayo), Letnan Firman (Pupung Harris), dan Sersan Tobing (Bangun Sugito) untuk mengawal semua kereta yang akan diberangkatkan dari stasiun Purwokerto, dengan kerja sama Kol. Gatot Subroto (Soendjoto Adibroto). Sudadi mengawal kereta yang pertama, Firman dan Tobing mengawal kereta terakhir. Perjalanan kereta terakhir yang penuh hambatan ini yang jadi pokok cerita: pengungsi yang memadati kereta, serangan-serangan Belanda, dll. Diutarakan juga kepahlawanan para pegawai kereta api, terutama kondektur Bronto (Deddy Sutomo). Dan diselipkan kisah cinta antara Firman dan dua Retno yang ternyata merupakan gadis kembar.
Pengkhianatan G 30 S PKI
Pengkhianatan G 30 S/PKI disutradarai oleh Arifin C Noor.
Film ini paling laku di Indonesia karena paling sering di putar di TVRI masa Orde baru. Namun sayang karena dianggap melenceng dari sejarah film ini di hentikan pemutarannya sekarang.
.operasi trisula
Sebuah usaha mengisahkan kembali penumpasan anggota gerakan G-30-S PKI yang melarikan diri dari Jakarta dan berbagai daerah. Mereka ini kemudian bertahan dan menyusun gerakan dari wilayah tandus, berbukit, dan bergua-gua di Blitar Selatan. Mereka dilukiskan merampok, melakukan sabotase dan meresahkan penduduk. Sebuah operasi militer dengan sebutan Operasi Trisula dibentuk untuk membasmi mereka. Pelukisan dalam film terlampau sederhana dan hitam-putih, hingga lebih terasa sebagai propaganda dibanding maksudnya sebagai sebuah dokudrama
Nah film apa yang pembaca akan tonton saat-saat ini. Untuk tidak melupakan sejarah, yuk pilih salah satu untuk ditonton.
>>Baca Selengkapnya..,

Akibat menerima Telpon Saat HP Di-charge


1. "Jangan charge HP anda semalaman dan JANGAN ditaruh dekat anda ketika mencharge."
2. "Jangan pernah menjawab panggilan masuk ke HP saat sedang di charge!!"

Beberapa hari yang lalu, seorang laki2 sedang mencharge HP di rumahnya. Disaat yang bersamaan, ada telepon masuk dan dia menjawabnya saat HP tersebut masih tersambung ke kontak listrik.
Setelah beberapa detik, arus listrik masuk ke HP tanpa kendali dan pria muda tersebut terlempar ke lantai dengan kerasnya.
Orangtuanya bergegas datang ke kamarnya dan menemukan dirinya pingsan, dengan detak jantung yang lemah dan jari terbakar.
Dia dilarikan kerumah sakit terdekat, tapi "jiwanya sudah tak tertolong lagi" ketika sampai dirumah sakit. 




>>Baca Selengkapnya..,

Mengenang Heroisme Grup Musik Klasik di Dek Kapal Titanic

Mengenang Heroisme Grup Musik Klasik di Dek Kapal Titanic
Dalam film Titanic, sebuah grup musik bermain biola tepat saat kepanikan terjadi di dek kapal. Dalam perayaan 100 tahun tenggelamnya Titanic, 8 musisi asal New York akan mengenang kembali kejadian ini di tempat yang sama.
Bagi Anda yang pernah menonton film Titanic, masih ingatkah adegan itu? Ketika para penumpang kalang-kabut menyelamatkan diri, sebuah grup musik dengan tenang memainkan biola dan violin, melantunkan musik klasik. Bukannya tanpa sebab sang sutradara James Cameron memasukkan adegan ini. Karena sebenarnya, grup musik ini benar-benar ada saat Titanic tenggelam tahun 1912 silam.
Waktu itu, ada 8 orang musisi yang tak saling kenal. Semuanya berada di dek kelas dua, yang terpisah jauh dari dek kelas satu. Saat kepanikan mulai terjadi, salah satu musisi bernama Wallace Hartley mengumpulkan semuanya dalam usaha gagah berani dalam menenangkan penumpang. Wah..
Awalnya mereka bermain di dalam ruangan, di dek kelas dua. Saat para penumpang berbondong-bondong menuju dek atas, mereka pun melakukan hal yang sama. Jadilah mereka bermain musik klasik di dek atas kapal Titanic, berharap semua orang akan tenang ketika mendengar lantunan musik klasik.
Dilansir dari situs nypost, Sabtu (14/4/2012), hal inilah yang menggerakkan 8 orang musisi asal New York untuk mengenang kembali sikap heroik tersebut. Delapan musisi ini pun tak saling kenal. Hingga akhirnya mereka berkumpul dan memberi nama grupnya: The Unfinished. Sama ironisnya dengan lagu yang dimainkan mendiang 8 musisi yang ikut tenggelam bersama Titanic.
Rencananya grup ini akan bermain biola dan violin pukul 02.20 esok hari waktu setempat, tepat saat kapal Titanic tenggelam sepenuhnya ke dalam air. Mereka akan melakukan hal ini di atas dek yang sama, dengan udara menggigit kulit khas Samudera Atlantik. Pada pukul 02.20 itu, kapal memorial Titanic sedang berada di titik tenggelam kapal Titanic yang asli.
“Ini menyeramkan. Benar-benar mengerikan saat memikirkan kami bermain musik tepat di titik para korban Titanic tenggelam,” kata Andrew Mayer, salah satu pemain violin kepada situs nypost.
Kemarin siang, The Unfinished telah melakukan persiapan di dek atas kapal. Mereka dihadapkan dengan kenyataan yang cukup pahit: dingin yang menggigit kulit saat mereka nanti bermain pada pagi buta, di tengah Samudera Atlantik. Disinyalir, suhu udara pagi hari di bawah 10 derajat Celcius.
Tapi, hal itu tak mengurungkan niat kedelapan musisi untuk meneruskan perjuangan mereka. Seperti kata Mayer, “Hal itu pasti lebih buruk bagi mereka (yang meninggal dalam tragedi Titanic). Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa dinginnya.”

Foto: telegraph.co.uk
Artikel asli: http://travel.detik.com/read/2012/04/14/155533/1892489/1025/mengenang-heroisme-grup-musik-klasik-di-dek-kapal-titanic?vt22011024
Mengenang Heroisme Grup Musik Klasik di Dek Kapal Titanic

Dalam film Titanic, sebuah grup musik bermain biola tepat saat kepanikan terjadi di dek kapal. Dalam perayaan 100 tahun tenggelamnya Titanic, 8 musisi asal New York akan mengenang kembali kejadian ini di tempat yang sama.

Bagi Anda yang pernah menonton film Titanic, masih ingatkah adegan itu? Ketika para penumpang kalang-kabut menyelamatkan diri, sebuah grup musik dengan tenang memainkan biola dan violin, melantunkan musik klasik. Bukannya tanpa sebab sang sutradara James Cameron memasukkan adegan ini. Karena sebenarnya, grup musik ini benar-benar ada saat Titanic tenggelam tahun 1912 silam.

Waktu itu, ada 8 orang musisi yang tak saling kenal. Semuanya berada di dek kelas dua, yang terpisah jauh dari dek kelas satu. Saat kepanikan mulai terjadi, salah satu musisi bernama Wallace Hartley mengumpulkan semuanya dalam usaha gagah berani dalam menenangkan penumpang. Wah..

Awalnya mereka bermain di dalam ruangan, di dek kelas dua. Saat para penumpang berbondong-bondong menuju dek atas, mereka pun melakukan hal yang sama. Jadilah mereka bermain musik klasik di dek atas kapal Titanic, berharap semua orang akan tenang ketika mendengar lantunan musik klasik.

Dilansir dari situs nypost, Sabtu (14/4/2012), hal inilah yang menggerakkan 8 orang musisi asal New York untuk mengenang kembali sikap heroik tersebut. Delapan musisi ini pun tak saling kenal. Hingga akhirnya mereka berkumpul dan memberi nama grupnya: The Unfinished. Sama ironisnya dengan lagu yang dimainkan mendiang 8 musisi yang ikut tenggelam bersama Titanic.

Rencananya grup ini akan bermain biola dan violin pukul 02.20 esok hari waktu setempat, tepat saat kapal Titanic tenggelam sepenuhnya ke dalam air. Mereka akan melakukan hal ini di atas dek yang sama, dengan udara menggigit kulit khas Samudera Atlantik. Pada pukul 02.20 itu, kapal memorial Titanic sedang berada di titik tenggelam kapal Titanic yang asli.

“Ini menyeramkan. Benar-benar mengerikan saat memikirkan kami bermain musik tepat di titik para korban Titanic tenggelam,” kata Andrew Mayer, salah satu pemain violin kepada situs nypost.

Kemarin siang, The Unfinished telah melakukan persiapan di dek atas kapal. Mereka dihadapkan dengan kenyataan yang cukup pahit: dingin yang menggigit kulit saat mereka nanti bermain pada pagi buta, di tengah Samudera Atlantik. Disinyalir, suhu udara pagi hari di bawah 10 derajat Celcius.

Tapi, hal itu tak mengurungkan niat kedelapan musisi untuk meneruskan perjuangan mereka. Seperti kata Mayer, “Hal itu pasti lebih buruk bagi mereka (yang meninggal dalam tragedi Titanic). Saya bahkan tidak bisa membayangkan betapa dinginnya.”

sumber
>>Baca Selengkapnya..,